Kamis, 31 Maret 2011

Keindahan kota yg saya sukai adalah SOLO




Latar belakang sejarah
Kota Surakarta berdiri tahun 1745. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa akhir Kesultanan Mataram. Setelah perpecahan Mataram, Surakarta menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunagaran. Kedua pusat feodalisme Jawa ini memiliki keterkaitan dengan Majapahit, karena dinasti Mataram merupakan keturunan dari raja-raja Kesultanan Demak, yang juga merupakan penerus suksesi dinasti Wijaya, sang pendiri Majapahit.
Dalam perkembangannya, Solo menjadi kota dagang penting (di Solo berdiri Syarikat Dagang Islam pada tahun 1905), kota wisata (dijuluki "kota pelesir", dengan konotasi agak negatif), dan kota budaya. Bangunan bersejarah, produk kesenian, makanan khas, serta hiburan mudah dijumpai di tempat ini dan di titik-titik di sekitar kota ini.

Tempat wisata
Wisata budaya
  • Keraton Surakarta
  • Istana Mangkunagaran
  • Museum Radyapustaka
  • Museum Galeri Batik Kuno Danarhadi
  • Kampung Wisata Batik Kauman Solo
  • Kampung Wisata Batik Laweyan
  • Museum Lukis Dullah
  • Candi Prambanan Klaten
  • Balai Sujatmoko toko Gramedia (tempat even pameran kesenian)
  • Galeri ASDI, Jl. Slamet Riyadi
  • Taman Sriwedari
  • Taman Budaya Jateng di Surakarta (TBS)/ Teater Arena.
  • Pasar Barang antik Triwindu.
  • Pasar Iwak Hias (pasar gedhe)
  • Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Kraton Solo.
  • Pasar Klewer (Pasar Batik terbesar di Indonesia)
  • Kasar barang klithikan NItiharjo Silir Semanggi
  • Pasar buku kuno di Alun-alun Utara Kraton Solo
  • Pasar Kabangan
  • Pasar Legi
Wisata alam
  • Tawangmangu (Puncak-nya Solo, berudara dingin, dengan air terjun 80 meter, tracking, tempat istirahat)
  • Kompleks Makam Mangkunegaran di Makam Presiden Suharto & Istri di Mengadeg, Matesih, Karanganyar
  • Selo (Di gunung Merapi-Merbabu)
  • Kebun Binatang Jurug
  • Jumok (air terjun dan tempat peristirahatan)
  • Museum purbakala Sangiran
  • Waduk Gajahmungkur Wonogiri
  • SSB (Solo Selo Borobudur).
  • Candi Cetho, patung Dewi Sri, dan Tea-walk di Kemuning, Karanganyar
  • Candi Sukuh
  • Hutan Jati Krendhowahono Wonogiri
  • Luweng Ombo Wonogiri
  • Bekonang (suasana Pedesaan dan tempat bikin ciu)
  • Waduk Cengklik
  • Palur (Tempat Paling Gaul di daerah solo dan sekitarnya)
  • Sondokoro (Tempat ihi ihi cmiw)
  • Belakang RRI (pijet , servis dan ganti oli)
  • Klitikhan Semanggi ( jualan barang murah semua )
  • Baturono (sate buntel uenak, bojoku seneng banget kie )
Wisata kuliner
Solo mempunyai tempat makan yang enak dan murah, bahkan kota ini sudah mendapat sebutan kota kuliner. Aneka makanan baik yang modern maupun tradisional tersedia di kota Solo.
Dapat ditemukan tempat makan yang enak dan murah di depan Pusat Grosir Solo pada sore hari yaitu GALABO kepanjangan dari Gladak Langen Bogan Solo. Tempat ini memang dirancang untuk wisata kuliner. Tempat lain di Keprabon untuk Nasi liwet dan Dekat lapangan Kota barat untuk aneka masakan. Kemudian pada siang hari ada Tengkleng di daerah Pasar Klewer, Srabi Notosuman.
Menuju ke Solo
Kota Surakarta terletak di pertemuan antara jalur selatan Jawa dan jalur Semarang-Madiun, yang menjadikan posisinya yang strategis sebagai kota transit. Jalur kereta api dari jalur utara dan jalur selatan Jawa juga terhubung di kota ini.
Jalur darat
Kota Solo dapat dicapai melalui darat, baik menggunakan kendaraan pribadi, bus atau kereta api.
Kendaraan pribadi
Kota Solo terhubung ke Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya dengan jalan negara. Ke depan telah direncanakan pembangunan jalan bebas hambatan (jalan tol) ke Semarang dan ke Yogyakarta. Selain itu jalan provinsi menghubungkan Solo dengan Purwodadi, Wonogiri, dan Tawangmangu/Sarangan.
Bus dan kendaraan umum jalan raya lain
Relasi bus Solo melayani ke hampir seluruh kota utama di Jawa, Bali, serta banyak kota di Sumatera. Terminal utama adalah Terminal Tirtonadi, terletak di bagian utara kota dan dekat dengan stasiun kereta api (berjarak sekitar 1km).
Terdapat bus malam (ber-AC) yang menghubungkan Solo dari Jakarta, Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan Denpasar. Terdapat pula hubungan bus jarak sangat jauh yang menghubungkan Solo dengan Bandarlampung, Palembang, Pekanbaru, Medan, Padang di sisi barat, dan dengan Mataram dan Bima di arah timur. Hubungan dengan Kalimantan dan Sulawesi dilakukan melalui kapal yang bersandar di Semarang atau Surabaya.
Hubungan ke Surabaya berlangsung 24 jam, baik bus langsam maupun Patas. Hubungan ke Purwokerto (lewat Yogyakarta) juga demikian, namun dengan frekuensi lebih jarang. Terdapat pula bus semi-Patas yang menghubungkan Solo dengan kota Malang, Jember, dan Banyuwangi. Hubungan bus ke Semarang dan ke Yogya dengan bus langsam berlangsung dari pukul 05.00 hingga 19.00, selebihnya tidak dilayani, kecuali dengan bus dari Surabaya menuju Yogya, atau kadang-kedang tersedia kendaraan tidak resmi omprengan.
Solo terhubung pula dengan kota-kota kabupaten dan kecamatan dari Terminal Tirtonadi, seperti ke Purwodadi, Sragen, Tawangmangu, Matesih, Wonogiri, Pedan (Klaten), dan Simo (Boyolali). Terminal Kartasura juga dapat digunakan untuk mencapai sejumlah pedesaan. Jalur-jalur ini biasanya dilayani bus tua atau bus kecil.
Kereta api (KA)
Stasiun utama adalah Stasiun Solo Balapan. Dari setasiun ini praktis semua kota utama Jawa dapat dicapai dari Solo.
Hubungan dengan Jakarta dilayani dengan kereta api kelas Eksekutif (kelas 1) Argo Dwipangga (dari stasiun Gambir berangkat malam) dan Argo Lawu (berangkat pagi) dengan biaya Rp 200 ribu dan waktu tempuh sekitar 8 jam. Kereta ini berhenti di Stasiun Tugu, Yogyakarta, dan Purwokerto sebelum sampai tujuan akhirnya di Solo. Kemudian Kelas Bisnis Senja Utama berhenti di Stasiun Pasar Senen dan Lodaya (Bandung).
Kereta komuter Prambanan Ekspres melayani hubungan dari Yogyakarta dengan waktu tempuh 45 menit. KA berangkat dari Yogya lima kali sehari (07.00, 10.00, 13.00, 16.00, dan 19.00). Selain itu terdapat KA komuter dari dan ke Semarang (KA Pandanwangi) dengan dua kali rit, tapi belum jelas jadwalnya.
Udara
Kota Surakarta memiliki fasilitas Bandara Internasional Adisumarmo yang dibangun dengan gaya Jawa yaitu Joglo dan ornamen Batik yang menghiasi setiap ruangannya. Dari Jakarta, hampir tiap maskapai penerbangan punya rute ke Surakarta, waktu tempuhnya 50 menit. Dari yang terletak di kawasan Panasan, Anda bisa naik taksi maupun Busway yaitu Batik Solo Trans 15 menit menuju ke pusat kota Surakarta.
Maskapai penerbangan Garuda, Lion Air dan Sriwijaya air melayani penerbangan Jakarta-Solo PP, Silk Air untuk penerbangan Solo-Singapura PP, dan Air Asia untuk penerbangan Solo-Kuala Lumpur (Malaysia) di samping penerbangan langsung ke Mekkah/Jeddah, Arab Saudi dikarenakan Solo sebagai embarkasi haji untuk wilayah Jawa Tengah & DIY.
Dari Solo seseorang bisa terbang ke seluruh kota -kota di Indonesia melalui kota Jakarta.
Fasilitas kota
Belanja Grosir Pakaian Pasar Klewer. Citywalk Slamet Riyadi. Citywalk Kampung batik Laweyan. Citywalk Pasar Kliwon. Urban Forest. Free Hotspot di setiap kelurahan dan sepanjang Citywalk Slamet Riyadi. Solo Car Free Day setiap minggu pukkul 05.00 - 09.00 sepanjang Slamet Riyadi.



Tempat Wisata Alam di Daerah Solo Di Antara Lain Grojogan Sewu : Wisata Air Terjun di Tawangmangu

Tawangmangu adalah sebuah kecamatan di sekitar lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tempat tersebut kira-kira berjarak 1.5 jam perjalanan (50 Km) di sebelah Timur Kota Solo. Di Tawangmangu tersebut sebenarnya banyak dijumpai tempat wisata antara lain candi sukuh, candi cetho, air terjun jumog, dll, namun yang paling banyak dikunjungi dan paling popular adalah Air Terjun Grojogan Sewu. Air Terjun Grojogan Sewu terletak di sebuah hutan wisata yang masih asri dan alami. Meski cuma berjarak sekitar 1.5 an jam dari rumahku, namun aku baru 2 kali ke sana. Satu saat masih Taman Kanak-kanak alias TK, dan satu lagi kemarin hari Sabtu, 6 Juni 2009. Kami ke sana naik bus umum tujuan terminal Tawangmangu. Sekedar informasi, bus umum yang tujuan ke sana setiap hari sekitar 40 kali frekuensinya dan ternyata tidak ada yang menggunakan AC. Namun tenang saja, udara di daerah sana sejuk dan dingin sehingga tidak perlu AC lagi. Jalan menuju terminal Tawangmangu sangat banyak kelokan tajam dan curam dengan disamping kanan-kiri jalan tersebut banyak yang berupa jurang dan atau areal persawahan yang terlihat hijau dan subur. Setelah sekitar 1.5 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Terminal Tawangmangu. Terminal ini sudah banyak perubahannya, terminal yang dulu semrawut sekarang sudah lebih tertata dan tidak terlalu menimbulkan kemacetan lagi. Juga pasar tradisional yang ada di depan pasar ternyata sudah menjadi pasar yang semi modern dan lebih tertata teratur juga. Dari Terminal Tawangmangu ini, kami melanjutkan dengan naik angkot untuk menuju Air Terjun Grojogan Sewu. Jarak objek wisata Air Terjun Grojogan Sewu cuma sekitar 800an meter dari Terminal Tawangmang. Jarak pintu loket dengan jalan raya utama sekitar 200an meter dan tidak ada petunjuk jalan atau plang pengumuman di jalan raya yang memberi tahu bahwa belokan jalan itu adalah belokan jalan menuju Objek Wisata. Hm.. Setelah sampai di sana segera kami membeli tiket masuk dan mulai menuruni anak tangga yang banyak menuju ke tempat air terjun. Selain hawanya yang sejuk dan pepohonan yang asih alami, di sana juga dijumpai kera jinak yang sangat banyak. So, harap berhati-hati bila membawa barang-barang dan makanan supaya tidak diambil oleh kera-kera tersebut. Anw, kera-kera di sana tidak seagresif kera-kera di Hutan palasangeh, Bali. Kalau kera di sangeh, Bali itu sampai berani mengambil kacamata namun untuk kera di Tawangmangu ini tidak sampai seperti itu. Btw, menuruni anak tangga yang banyak tersebut ternyata membuat kaki pegel juga :) , namun jangan khawatir, karena banyak tempat istirahat semacam gubuk di beberapa tempat untuk beristirahat sejenak bila capek. Setelah menuruni sekitar 200an anak tangga maka tibalah di tempat air terjun-nya. Di sekitar air terjun tersebut banyak terdapat penjual sate baik sate kelinci maupun sate ayam. Sate yang paling khas di sana adalah sate kelinci, oleh karena itu, akan lebih enak memakan sate kelinci. Sate tersebut disajikan dengan lontong. Well, sebelum mendekat ke air terjun, kami beristirahat dahulu untuk sekedar mengurangi capek setelah menuruni ratusan anak tangga sambil makan sate kelinci yang menghadap ke air terjun. Sambil makan, terlihat keindahan alam yang sangat indah dan dinamis dengan komposisi serasi berupa air terjun setinggi sekitar 80 meter yang memacarkan air berturutan tanpa henti, pohon-pohon besar dengan hijau daun alami, batu-batuan besar yang merupakan asli batu-batu gunung yang terserak secara alami, kera-kera yang bergerak ke sana-kemari mencari makanan, dan ditambah udara yang segar dan bersih membuat capek terasa hilang. Dari tempat tersebut juga dapat terlihat kolam renang untuk anak dan kolam renang untuk dewasa. Kolam renang anak terletak di tempat yang agak tinggi sedangkan kolam renang dewasa terletak disamping sungai. Untuk memakai kolam renang anak sepertinya gratis namun untuk kolam renang dewasa sepertinya harus membayar lagi. Kenyang dengan sate kelinci dan capek sudah mulai hilang, kami mulai mendekat ke air terjun dan melihat para pengujung lain bermain air di bawah air terjun. Setelah beberapa lama, kami segera kembali. Perjalanan naik ratusan anak tangga juga tak kalah serunya dengan perjalanan menuruni tangga :) Setelah itu, kami kemudian naek ojek menuju pasar di depan teminal Tawangmangu untuk membeli buah-buahan asli tawangmangu.
http://www.andhysukma.com/grojogan-sewu-wisata-air-terjun-di-tawangmangu/

Beberapa gambar air terjun tawamangu di bawah ini:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar